Sebuah istana nan megah, yang di bangun dengan kepercayaan dan kehormatan. Di jaga oleh sepasang cinta dan kesetiaan. Sang Raja dan Tuan Putri hidup nyaman dalam istana tersebut. Perlahan waktu menghabisi dan mengikis semua itu dengan perpecahan. Membunuh semuanya dengan kebencian dan membuangnya dalam jurang kematian. Sang Raja memutuskan untuk pergi dan berpisah dengan Tuan putri, tanpa alasan yang pasti. Akhirnya istana tersebut menjadi bangunan usang dan akhirya lenyap.
Menjaga namamu adalah sebuah kebanggaan, namun itu tidak bertahan lama. Aku hidup denganmu juga tidak sebentar, butuh puluhan tahun untuk bisa hidup di sampingmu. Tapi, Tuhan telah berbisik padaku, munkin denganmu juga bahwa takdir kita hanya sampai disini. Aku terlalu sering membayangkan kita hidup berasama lagi, tapi semua itu hanyalah ilusi yang ku ciptakan sendiri. Aku juga tahu keadaannya sudah tak sama lagi dengan dulu, setidaknya aku pernah merasakan hal yang sama dengan yang kau rasakan. Jika membicarakan kenangan, meskipun lautan menjadi tintanya tak akan pernah cukup untuk menuliskannya. Terlalu banyak kenangan, hingga terlalu sulit juga menghapuskannya dalam batin ini. Banyak hal yang sudah kita lewati, bahkan apa yang tidak aku ketahui darimu. Semua hal yang ada di hidupmu aku tahu, bahkan sudah berulang kali kita menikmati surga dunia bersama. Aku tidak mempersalahkan itu, tapi setidaknya biarkan aku yang bertanggung jawab. Atau mungkin kamu sudah melupakannya. Apakah kamu tidak berfikir, ada kehormatan yang sudah kuambil darimu. Maaf jika kamu sudah melupakan semua itu dengan masa depanmu yang sekarang.
Aku tidak ingin terlalu pusing dengan siapa kamu sekarang. Tapi hatiku kecilku tidak bisa berbohong untuk semua ini. Ada hal yang sangat menyayat-nyayat hatiku saat ku dengar ada orang lain yang hidup dalam kehidupanmu. Namun, biarlah semua ini terjadi, toh pada akhirnya aku tidak bisa merubah apapun untuk semua ini. Aku hanya bisa ikhlas, dan melapangkan dadaku untuk menerima semuanya. Mungkin ada banyak rencana yang belum kita lakukan, tapi aku yakin dan aku sangat berharap kamu akan meneruskannya dengan masa dia. Akan ku lupakan semua tentangmu, dan semua hal yang bisa membuatku ingat dirimu, akan ku hapuskan semuannya.
Masa laluku, aku yakin kamu adalah burung yang tidak kecil lagi. Terbanglah bersama pilihanmu, dan gapai semua cita-citamu yang dulu hampir kita gapai. Kebaikan selalu aku mohonkan kepada Tuhan, agar kamu bisa meraih kebahagiaan dengan sempurna. Aku akan memohon kepada malaikat juga, agar tidak menyabut nyawamu sebelum nyawaku. Perjuangkan apa yang seharusnya kau perjuangkan. Teruslah bermimpi, sampai kamu lupa bahwa kamu tidak bermimpi denganku lagi. Bentangkan sayap-sayapmu, dan rajailah dunia dengan dirinya.
Ingat, aku sudah terlalu tangguh untuk hidup tanpamu. Aku pun juga tahu, kamu adalah manusia paling kuat yang pernah ku kenal. Kamu manusia hebat, dan pastinya mandiri. Bulatkan tekatmu dan raihlah prestasimu. Pastikan do.amu hanya tertuju padanya, dan yakinlah hanya dia yang terkhir dan hanya dia yang mampu mewujudkan cita-citamu nanti.